• header
  • header

Motto : Bila Ingin Berhasil Cukup dengan Satu Kata

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Kontak Kami


SMP NEGERI 130 JAKARTA

NPSN : 20101550

Jl.KS.Tubun I Kota Bambu Utara Palmerah Jakarta Barat 11420


zainalstipoel@gmail.com

TLP : 02156979384


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 35352
Pengunjung : 16794
Hari ini : 7
Hits hari ini : 14
Member Online : 0
IP : 3.239.158.36
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

BELAJARLAH DARI SEJARAH




 

Belajarlah dari Sejarah

Sehari yang lalu saya dikejutkan oleh pernyataan salah satu Ketua Umum partai politik yang juga Calon Presiden Partai tertentu jika terpilih menjadi Presiden tahun 2019 ingin memindahkan beberapa makam pahlawan ke kampung halamannya masing-masing karena dianggap sebagai simbol ketidakadilan yang harus diperbaiki, Beliau juga sedih melihat melihat kondisi makam Pangerang Diponegoro yang tidak terawat, (Kompas.Com) dan mengutip perkataan Bung Karno, "Bangsa yang besar adalah bangsa menghormati jasa para pahlawannya".

Belajar dari sejarah itu hal yang bijak sebelum bertindak. Berapa banyak bangunan cagar budaya, situs sejarah yang rusak bahkan dihilangkan diganti menjadi mall, pabrik dan sebagainya karena para pemimpin daerah di negeri ini yang tidak mengerti atau belajar dari sejarah. Para pemimpin masih banyak berpikir sesaat yang hanya menguntungkan secara materi.

Lalu mengapa kita belajar dari sejarah? sejarah menurut para ahli dapat dikelompokkan, Yang pertama sejarah sebagai suatu peristiwa.Menurut R. Moh. Ali menyatakan bahwa sejarah sebagai peristiwa adalah kejadian, kenyataan, aktualitas, sejarah in concreto, yang sebenarnya telah terjadi atau berlangsung pada waktu atau masa yang lampau. Sejarah sebagai peristiwa, berarti suatu kejadian di masa lampau, sesuatu yang sudah terjadi, dan sekali jadi (einmalig), tidak bisa diulang. Yang Kedua Sejarah sebagai seni, adalah kebiasaan pada masyarakat tertentu, di waktu tertentu, yg hingga kini masih dilestarikan sebagai pertunjukan dalam masyarakat itu. Yang Ketiga Sejarah sebagai ilmu, kejadian masa lampau yang dikaji dengan metode ilmiah dan disusun secara sistematis sehingga menjadi suatu pengetahuan yang ilmiah. H. Edi Sumardi, M. Pd. 




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas